ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

Menginjak Usia Genap 40 Tahun

MENGINJAK USIA 40 TAHUN
Oleh: Ust. Hasanuddin  Md Isa
Allah Ta'ala berfirman,

 "Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"." (QS. Al-Ahqaf: 15)

Imam al-Qurthubi rahimahullah dalam tafsirnya berkata, "Allah Ta'ala menyebutkan orang yang sudah mencapai umur 40 tahun, maka sesungguhnya telah tiba baginya untuk mengetahui nikmat Allah Ta'ala yang ada padanya dan kepada kedua orang tuanya, kemudian mensyukurinya."

Bentuk berbuat ihsan kepada orang tua yang diperintahkan dalam ayat tersebut mencakup segala bentuk berbuat baik seperti memenuhi nafkah orang tua, memnuhi kebutuhannya, mentaati perintahnya yang ma'ruf, menghidarkan dari bahaya, mengobatkannya jika sakit, menghiburnya jika sedih, dan memohonkan ampun dan doa untuk kedunya, serta yang lainnya.

Sesudah seorang muslim diperintah berbuat baik kepada orang tuanya dan mengerjakan amal shalih untuk dirinya, janganlah ia lupa terhadap anak keturunanya. Wajib dia memperhatikan pendidikan dan pengarahan anak-anaknya agar anak-anak itu menjadi orang yang taat kepada Allah Ta'ala.

Selain itu, ketika menginjak usia 40 tahun, hendaklah seseorang itu membanyakkan taubatnya atas segala dosa yang dilakukan sepanjang penghidupannya.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Dan di dalamnya terdapat petunjuk bagi orang yang sudah berusia 40 tahun agar memperbaharui taubat dan inabah kepada Allah 'Azza wa Jalla serta bertekad kuat atasnya." Dia harus terus meningkatkan taubatnya pada saat usianya menginjak 40 tahun sampai ajal menjemputnya.

Ibrahim al-Nakhai rahimahullah berkata, "Mereka berkata (yakni para salaf), bahwa jika seseorang sudah mencapai umur 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya." (Lihat: al-Thabaqat al-Kubra: 6/277)

Wallahu Ta'ala A'lam.

P/S: Terima kasih di atas pencerahan ini, duhai guru. Sekali lagi, terima kasih.

JIKALAU mahu dihitung-hitung kalendar sekian hari bulan tahun masehi,
sekian hari bulan tahun hijri; semakin penatlah tangan mengoyak kertas lusuh
kalendar yang makin pudar itu. Lebih 30 tahun hidup, mataku memandang apa?
Lebih 30 tahun hidup, telingaku mendengar apa? Lebih 30 tahun hidup,
lidahku memancung siapa? Lebih 30 tahun hidup, tanganku berbuat apa?
Lebih 30 tahun hidup, kaki ini kulangkahkan ke mana?
Lebih 30 tahun hidup, anuku ini kuhalakan kepada siapa?
Lebih 30 tahun hidup, sebelum menuju ke suatu angka genap, 40,
kuabadikan ukiran lukisan jiwaku bahawa selama berhidup - akan
dirasai dek kita liku-liku jalan di hadapan. Sebentar dirasakan rata,
sebentar lagi keras berbatu. Hari ini kita gembira tertawa,
besok hari belum tentu. Begitulah seterusnya.
Berderu bunyi ombak di lubuk hati,
lebih 30 tahun hidup kuulangi
dengan pertanyaan:

"Apa sudah kulakukan selama hidup,
dan apakah aku sudah
bersedia untuk mati?
Astaghfirullah."

~ A. Awang

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top