ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

Jangan Sampai Bahasa Kita Temui Ajalnya

Jangan Sampai Bahasa Temui Ajalnya Okezone dot com

JAKARTA - Sebagai sesuatu yang dinamis, bahasa juga terus berkembang. Namun, bukan tak mungkin suatu bahasa dapat mati.

"Karena bahasa dapat mati itulah, maka kita perlu merawatnya dengan baik. Jangan sampai bahasa menemui ajalnya," ujar Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh ketika membuka Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Nuh menambahkan, bahasa termasuk kekayaan Indonesia yang luar biasa; bukan yang bisa dikonversi sebagai materi, tapi sebagai alat komunikasi yang merupakan bagian dari budaya Indonesia.

"Di dalam suatu bahasa, terkandung nilai-nilai yang mencerminkan jati diri kita. Ia menunjukkan karakter bangsa. Karena itulah perlu upaya serius dalam peningkatan peranan bahasa sebagai jati diri bangsa," imbuhnya.

Dalam kegiatan yang didukung Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) ini, sekira 200 pegiat dan pemerhati bahasa berdiskusi dan bertukar pikiran tentang kebahasaan. Mereka terdiri dari para guru, dosen, mahasiswa, peneliti, pakar bahasa, pakar bidang ilmu, peminat bahasa, dan aparat pemerintah.

Kegiatan rutin ini secara bergilir dilaksanakan oleh anggota Mabbim, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia. Tahun ini, Mabbim mengangkat tema "Meningkatkan Peranan Bahasa Indonesia/Melayu dalam Penguatan Jati Diri Bangsa".

Tema tersebut lahir atas pertimbangan jati diri bangsa akan bergeser dari akar budaya bangsa jika tidak ditangani dengan baik. Sementara, karakter bangsa dapat diwujudkan dengan cara berbahasa.

Kegiatan yang digelar hingga 25 Maret mendatang itu meliputi sidang pakar ke-24 Mabbim, seminar kebahasaan, dan sidang eksekutif ke-50 Mabbim. Rangkaian kegiatan bertujuan menggali nilai luhur budaya bangsa yang terkristalisasi dalam bahasa dan menanamkan kembali nilai itu kepada generasi muda melalui bahasa. Dengan demikian, diharapkan akan terbentuk manusia modern yang tidak tercabut dari akar budayanya.

Mabbim telah ada sejak 39 tahun lalu dengan visi memartabatkan bahasa kebangsaan yaitu bahasa Indonesia/Melayu. Hingga saat ini mereka telah menghasilkan sekira 400 ribu padanan istilah dari 37 bidang ilmu seperti fisika, kimia, biologi, ekonomi, kedokteran, pertanian, dan komunikasi massa. Dari jumlah itu, 182.415 di antaranya telah dihimpun dalam glosarium asing-Indonesia yang diterbitkan dalam versi cetak maupun elektronik.

Sejak 2009 Mabbim membentuk komisi penelitian, komisi penerbitan, dan komisi pembinaan. Komisi penelitian melakukan berbagai kegiatan penelitian berkaitan dengan produk Mabbim. Komisi penerbitan mempublikasikan antara lain jurnal Rampak Serantau. Dan komisi pembinaan menggelar kuliah umum serta penataran leksikografi bersama.
(rhs)

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top