ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

Beberapa Aspek Sosiokultural dalam Pengembangan Bahasa

Aspek Sosiokultural dalam Pengembangan Bahasa Okezone dot com

JAKARTA - Pemerintah menerapkan empat kebijakan nasional dalam perencanaan kebahasaan, yaitu status, pengembangan, pembinaan, dan perlindungan. Empat kebijakan nasional ini harus memerhatikan aspek-aspek sosiokutural Indonesia sebagai negara dengan multibahasa.

Hal tersebut disampaikan Mendiknas M Nuh dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Djoko Santoso ketika membuka Simposium Internasional Perencanaan Bahasa di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (2/11/2010).

Djoko menyampaikan, negara dengan banyak bahasa yang hidup berdampingan harus memiliki kebijakan dalam penanganan bahasa yang mampu mencerminkan situasi kemultibahasaan tersebut. "Kebijakan tentang penanganan bahasa meliputi perencanaan corpus, perencanaan status, dan perencanaan pemerolehan bahasa yang mencakup pengembangan kosa kata termasuk istilah pemantapan kaidah dan pembinaannya di seluruh lapisan masyarakat," papar Djoko seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemdiknas, Selasa (2/11/2010).

Kebijakan nasional tentang perencanaan bahasa akan memperlihatkan usaha pemerintah demi meningkatkan kedudukan dan fungsi bahasa kebangsaan. Hal tersebut dimaksudkan agar lebih banyak lagi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang terungkap. Dia juga menjelaskan, era global dan perdagangan bebas tidak hanya menuntut bahasa sebagai wahana komunikasi global, tetapi juga membentuk dunia menjadi masyarakat yang majemuk dari segi bahasa dan budaya.

WKS Kepala Pusat Bahasa Kemdiknas Agus Dharma menyampaikan, penguasaan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing diperlukan agar generasi muda Indonesia mempunyai kompetensi dalam persaingan lokal, nasional, maupun internasional. "Kedudukan dan fungsi ketiga bahasa tersebut akan seimbang apabila ada perencanaan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat penggunanya," katanya.

Pemerintah telah mengeluarkan UU Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan sebagai salah satu langkah pembinaan, pengembangan, dan perlindungan bahasa. Undang-undang tersebut dengan gamblang kedudukan dan fungsi bahasa daerah, bahasa Indoensia, dan bahasa asing.

Agus berharap, undang-undang tersebut dapat menjadi landasan dalam merancang perencanaan bahasa sehingga bahasa Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu menjadi bahasa internasional di masa datang.

Seminar yang mengangkat tema Perencanaan Bahasa pada Abad Ke-21: Kendala dan Tantangan ini menghadirkan pemakalah utama Pakar Perencanaan Bahasa Indonesia Prof. Dr. Emeritus Anton M. Moeliono, Senior Research Fellow Universitas Leed Inggris Hywel Coleman, Director SIL Asia, LEAD/Language, Education, and Development Dr. Carl Grove, Dr.Allan F.Lauder dari Universitas Indonesia, dan Director of Jawaharlal Nehru Indian, Cultural Centre, India M.K.Sing.(rhs).


P/S: Bilalah menteri pendidikan negara kita mahu sedar akan hal yang penting ini? Mereka sedang tidurkah?

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top