ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

Syair-syair Tasawuf Hamzah Fansuri

SYAIR-SYAIR TASAWUF
HAMZAH FANSURI

Abdul Hadi W. M.
            
SYAIR UNGGAS

            Thayr al-`uryan[1] unggas sultani[2]
            Bangsanya nur al-rahmani[3]
            Tasybihnya Allah ‘Subhani!’[4] 
            Gila dan mabuk akan rabbani

            Unggas itu terlalu pingai[5]
            Warnanya terlalu bisai[6]
            Rumahnya tiada berbidai
            Duduknya da’im[7] di balik tirai

            Awalnya bernama ruhi
            Millatnya[8] terlalu sufi
            Tubuhnya terlalu suci
            Mushafnya[9] besar suratnya kufi

            Arasy Allah akan pangkalannya
            Habib Allah[10] akan taulannya
            Bayt Allah akan sangkarannya
            Menghadap Tuhan dengan sopannya

            Sufinya bukannya kain
            Fi `l-Makkah da’im bermain
            Ilmunya zahir dan batin
            Menyembah Allah terlalu rajin

            Kitab Allah dipersandangnya
            Ghaib Allah akan tandangnya
            Alam Lahut[11] akan kandangnya
            Pada da`irah Hu[12] tempat pandangnya

            Zikir Allah kiri kanannya
            Fikir Allah rupa badannya
            Surbat Tauhid aakan minumannya
            Da’im bertemu dengan Tuhannya

            Suluhnya terlalu terang
            Harinya tiada berpetang
            Jalannya terlalu henang
            Barang mendapat dia terlalu menang

            Cahayanya itu tiada berha`il[13]
            Bayn Allah dan bayn al-`amil[14]
            Syariatnya terlalu kamil
            Barang yang mungkir menjadi jahil

            Jika kau dapat asal ilmunya
            Engkaulah yang amat tertahunya
            Alam ini engkaulah empunya
            Di sana sini engkaulah sukunya

            Ilmunya tiada berbagai
            Fardlunya yogya kaupakai
            Tinggalkan ibu dan bapai (maksudnya: bapak)
            Menyembah Tuhan jangan kau lalai


            Ilmunya ilmu yang pertama
            Madzhabnya madzhab ternama
            Cahayanya cahaya yang lama
            Ke dalam surga bersama-sama

            Ingat-ingat hai anak dagang
            Nafsumu itu lawan berperang
            Anggamu[15] jadikan sarang
            Citamu satu jangan bercawang

            Siang hari hendaklah kau sha’im[16]
            Malamnya yogya kau qa’im
            Kurangkan makan lagi dan na’im
            Nafi dan isbat kerjakan da’im[17]

            Tuhan kita itu yang punya alam
            Menimbulkan Hamzah yang sudah karam
            Ishqinya[18] jangan kau padam
            Supaya washil [19]dengan laut dalam

           
RUBA`IYAT

*
Hamzah Fansuri di dalam Mekkah
Mencari Tuhan di Baitul Ka’bah
Dari Barus ke Kudus terlalu payah
Akhirnya dijumpa di dalam rumah

*
Hamzah miskin orang `uryani1
Seperti Ismail menjadi qurbani
Bukannya Ajami2 lagi Arabi 
Senantiasa wasil3 dengan Yang Baqi

*
Hamzah nin asalnya Fansuri
Mendapat wujud di tanah Syahr Nawi4
Beroleh khilafat ilmu yang asli5
Dari Abdul Qadir  Sayyid al-Jailani6

1. Hati telanjang. 2. Orang Persia. 3. Dekat. 4. Kota di Siam Lama tempat berkumpulnya pedagang dan cendekiawan Muslim. 5. Mulia. 6. Sufi Persia, pendiri tarekat Qadiriyah.

*
Hamzah Syahr Nawi terlalu hapus
Seperti kayu sekalian hangus
Asalnya luat tiada berarus
Menjadi kapur di dalam Barus

*
Aho segala kamu anak alim
Jangan bersahabat dengan yang zalim
Karena Rasulullah sempurna hakim
Melarangkan kita sekalian khadim1

*
Kunjung-kunjung di bukit tinggi
Kolam sebuah di bawahnya
Wajib insan mengenal diri
Sifat Allah pada tubuhnya

*
Nurani kenyataan yang pasti
Supaya terang laut yang dalam
Berhenti angin ombak pun mati
Menjadi sultan kedua alam


*
Hamzah Fansuri terlalu karam
Di dalam laut yang maha dalam
Berhenti angin ombak pun padam
Menjelma Sultan kedua alam



  [1] Thayr al-`uryan = burung yang faqir, tamsil bagi keadaan jiwa yang fana’ dalam cinta ilahi.
2 Sultani = Sultan adalah perumpamaan kepada Tuhan sebagai penguasa sekalian alam.
Unggas Sultani adalah jiwa seorang ahli makrifat yang diliputi pengetahuan ketuhanan.

[3] Nur al-rahmani = Cahaya Yang Maha Pengasih. Artinya mendapatkan cahaya ketuhanan.

[4] Subhani = Maha Terpuji Aku (Tuhan)! Ucapan teofani Bayazid al-Bhistami.

[5] Pingai = Indah keemasan.

[6] Bisai = elok, molek mempesona.

[7] Da’im = selalu, selamanya.

[8] Millat = tingkat  pencapaiannya dalam agama.

[9] Musshaf = kitab. Kufi = nama huruf tegak dalam kaligrafi Arab, biasa ditulis dengan garis tebal.

[10] Habib Allah = gelar untuk Nabi Muhammad s.a.w.

[11] Alam Lahut = Alam ketuhanan.

[12] Da`irah Hu = Lingkaran Hu (Dia). Istilah untuk menyebut majlis zikir ahli tasawuf.

[13] Ha’il = rintangan, hijab, tirai.

[14] Bayn Allah dan bayn al-`amil = antara Tuhan dan orang yang amalnya baik.

[15] Angga = anggota badan. Maksudnya seluruh tubuhnya.

[16] Sha`im = berpuasa.

[17] Qa’im = menegakkan salat, maksudnya salat tahajjud. Na’im = tidur. Nafi dan isbat  = penidakan dan peneguhan, maksudnya kalimah La ilaha ill Allah. La ilaha = naïf; ill Allah = isbat.

[18] `Ishq = cinta, berahi.

[19] Washil = dekat, hampir, menyatu.

** Nota: Terima kasih banyak buat Bapak Prof. Abdul Hadi W.M

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top