ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

Anekdot Dan Kisah Perumpamaan Sufi (Oleh: Prof. Abdul Hadi W.M)

ANEKDOT DAN KISAH PERUMPAMAAN SUFI

Abdul Hadi W. M.

 Sa’di

MIMPI RAJA KHORASAN

Dalam mimpinya seorang raja Khorasan bertemu dengan Sultan Mahmud yang telah meninggal dunia seratus tahun yang lalu. Seluruh tubuh sultan yang masyhur itu telah remuk menyatu dengan tanah, kecuali matanya, yang bolanya bergerak-gerak dan memandang penuh keheranan. Segenap orang suci di dalam kerajaan tidak sanggup memberi takwil atas mimpi itu, kecuali seorang darwish, yang datang memberi salam dan berkata: “Sultan Mahmud heran, bagaimana kerajaannya yang kuat bisa jatuh ke tangan orang lain yang dahulunya begitu lemah.”


KELUH KESAH SEORANG RAJA

Seorang raja Arab jatuh sakit dan sakitnya itu sedemikian parah sehingga harapannya untuk hidup benar-benar putus. Seorang perajurit berkuda memasuki gerbang istana membawa berita baik bahwa sebuah negeri telah ditaklukkan oleh seorang raja bawahannya yang begitu beruntung, sehingga musuh berhasil ditawan dan seluruh penduduk daerah itu menyatakan tunduk. Raja mengangkat bahunya dengan keluh yang dalam dan menyahut: “Kabar yang kau bawa bukan untukku, namun untuk musuh-musuhku, yaitu pewaris tahta kerajaan. Selama hidupku aku terlalu dikuasai oleh hawa nafsu dan banyak keinginan yang muskil. Namun sayang, setelah keinginanku tercapai timbul pertanyaan yang menyesakkan, apa untungnya semua ini? Persoalannya karena apa yang dulu kuharapkan ternyata tak mungkin menjadi harapanku kembali. Tangan nasib telah memalu genderang kepergian. O Sepasang Mataku, ucapkan selamat tinggal kepada Kepala; o Telapak Tangan dan Lengan, bersiap-siaplah kalian berpisah, Maut, musuh dari keinginanku, telah mnghampiri aku. Buat yang terakhir O Sahabat, mendekatlah ke arahku. Hidupku penuh sesak dengan kekeliruan, sia-sia segala yang kulakukan. Camkan ini!


NASEHAT RAJA NUSYIRWAN

Diceritakan bahwa ketika daging rusa buruan telah digoreng untuk santapan Raja Nusyirwan yang adil dalam sebuah pesta pada saat baginda sedang berburu, garam ternyata tidak ada. Seorang pemuda disuruh pergi ke kampung terdekat untuk mencari garam. Nusyirwan berkata, “Bayarlah garam yang kauperoleh, jangan sampai kebiasaan buruk tersebar luas dan membuat desa runtuh.” Setelah ditanya kerugian apa yang bisa timbul akibat dari kebutuhan yang sepele itu, Nusyirwan menjawab: “Dalih untuk melakukan penindasan di dunia ini sebenarnya bermula dari hal yang kecil. Namun barang siapa berhasil menjadikannya besar, maka dalih kecil itu akan segera menjadi besar. Jika seorang raja makan sebuah apel dari kebun milik seseorang, maka hamba-hambanya akan mencabut pohon itu seakar-akarnya. Demi lima butir telur, yang diperintahkan Sultan untuk mengambilnya dengan paksa, orang-orang yang menjadi perajurit-perajuritnya akan merampas seribu unggas di kolam air!”

Seorang tiran tidak akan kekal hidupnya di dunia ini
Namun laknat dan kutukan kepadanya akan berlangsung lama


PENINDAS DAN DARWISH

Seorang serdadu yang keji memukul kepala seorang darwish dengan batu tanpa ampun sedikit pun. Sang Darwish tanpa maksud membalas dendam kemudian menyimpan batu itu hingga tiba waktunya raja memurkai serdadu itu, dan menceburkannya ke sebuah perigi yang dalam. Melihat itu Sang Darwish yang sejak tadi mengintai keluar dari persembunyiannya dan menampakkan dirinya. Seketika ia melemparkan batu yang disimpannya itu tepat di kepala serdadu yang dahulu memukulnya. Serdadu yang dihukum bertanya: “Siapa kau dan mengapa memukul kepalaku dengan batu ini?” Sang Darwish menjawab: “Aku adalah orang yang dahulu kaupukul kepalanya dengan batu ini dengan keji.”  Serdadu berkata lebih lanjut: “Di mana kau berada selama ini?”  Darwish menyahut: “Aku  bersembunyi sebab takut pada padamu disebabkan kedudukanmu. Namun sekarang aku berani karena  kau berada dalam sumur yang dalam. Maaf,  aku hanya memanfaatkan kesempatan.”

Seorang yang hina menjadi sahabat Nasib baik
Karena itu orang arif pilih tunduk kepadanya
Apabila kau tidak sungguh-sungguh kuat
Jangan asah senjatamu untuk tujuan jahat.
Kalau saja kepalan tinju diarahkan ke muka orang yang kebal
Maka tanganmu yang akan terluka
Tunggu sampai waktunya tiba.
Nasib baik datang mengikat tangan musuhmu
Sekedar menghibur hati kawan-kawannya
Kepalamu akan dipentung olehnya.


BEBAS DARI KUTUKAN

Menteri-menteri raja Nusyirwan asyik membicarakan masalah kenegaraan yang mendesak. Masing-masing mengajukan usul dan pandangan sesuai dengan keahliannya. Begitu pula raja sendiri dan filosof Barsakumir. Setelah itu menteri-menteri yang pandai itu bertanya kepada Barsakumir secara berbisik-bisik: “Apa kehebatan pandangan raja dibanding pandangan orang-orang cendekia ini menurut Anda?”
Barsakumir menjawab: “Karena batas permasalahan negara tidak jelas, dan tergantung keputusan Tuhan mana yang salah dan mana yang benar, lebih baik ikuti saja pandangan raja. Dengan begitu, jika pandangan raja ternyata keliru kelak, sebagai imbalannya kita akan bebas dari kutukan. Mengajukan pandangan yang bertentangan dengan maksud raja berarti mencuci tangan dengan darah kita sendiri. Jika raja berkata siang hari yang panas adalah malam hari, katakan saja: “Benar! Lihat saja di langit, bulan bersinar terang.”


FILOSOF DAN HAMBA SAHAYA

Seorang raja berada dalam satu perahu dengan seorang hamba sahaya dari Persia, yang sebelumnya tak pernah berlayar. Peristiwa yang luar biasa terjadi. Tiba-tiba hamba itu  merasa sangat takut dan ini membuat raja tidak senang serta tidak dapat memaafkan keadaan tersebut.
Kebetulan di dalam perahu ada seorang filosof dan berkata: “Jika diizinkan, biarlah saya akan mencoba menenangkan hatinya.”

Raja  menyahut: “Akan sangat terpuji jika usaha Anda berhasil.”

Filosof memerintahkan hamba itu menceburkan diri ke dalam air, sehingga ia minum air. Namun ia bisa ditangkap sebelum tenggelam,  rambutnya ditarik ke atas perahu dan tangannya menggapai tepi perahu.

Setelah itu hamba tersebut duduk di pojok buritan, hatinya tenang kini. Raja merasa heran, karena sebelumnya ia tidak pernah mengetahui hikmah dari tindakan seperti itu.  Dia bertanya mengapa bisa demikian dan filosof menjawab: “Sebelum ia mengalami penderitaan akibat tenggelam, ia tak akan tahu bahwa  berada di dalam perahu lebih aman. Demikian pula seorang yang tidak menghargai arti kemantapan hati dalam menghadapi keadaan bahaya dan berbagai ancaman, ia takkan mengerti  keamanan negeri.

”Wahai Insan! Roti  gandum tidak menyenangkan hatimu.
Namun ia adalah kekasihku juga walau kelihatan buruk.
Bagi bidadari di surga, penyucian kalbu dari dosa adalah neraka.
Kini tanyakan penghuni neraka,  penyucian kalbu adalah surga


UCAPAN SYUKUR

Aku tidak pernah menangisi waktu yang terus berputar atau mengeluhi peralihan nasib, kecuali suatu kali ketika aku tak punya terompah dan tak mendapatkan sandal untuk alas kaki. Namun pada waktu aku masuk ke dalam mesjid agung Kufah dengan perasaan sedih, kulihat ada orang masuk pula tanpa alas kaki. Baru kali itu aku bersyukur atas rahmat yang dilimpahkan Allah s.w.t. kepadaku. Kutahan keinginanku untuk memperoleh terompah yang mahal, seraya berkata: “Sepotong ayam panggang tidak ada artinya di mata seorang yang perutnya kenyang bagaikan setumpuk sayur bayam di atas meja; namun bagi mereka yang tidak mampu membeli lobak setumpuk sayuran sama nilainya dengan sepotong ayam panggang.”


NASEHAT DOKTER

Seorang raja Arab sakit parah dan dokter Yunani mengatakan bahwa sakitnya itu tak akan dapat disembuhkan kecuali oleh seorang anak yang memiliki kekuatan rohani luar biasa. Perintah segera diberikan agar anak tersebut dicari di pelosok negeri, yang ternyata anak seorang saudagar. Raja minta kedua orang tua anak itu agar mengizinkan anaknya menghadap raja dan menjanjikan hadiah yang besar jika berhasil menyembuhkan penyakitnya. Qadi kerajaan mengeluarkan undang-undang bahwa darah seseorang boleh ditumpahkan demi keselamatan raja dan para algojo disiapkan untuk membunuh anak itu jika tak berhasil menyembuhkan raja.

Anak itu menengadah ke langit dan tersenyum mendengar undang-undang itu.

Raja itu bertanya: “Mengapa tertawa begitu kau?”

Anak itu menjawab: “Seorang anak sangat merasakan betapa pedihnya hati kedua orang tuanya yang memprotes undang-undang yang dibuat oleh Qadi kerajaan, dan mohon keadilan dari raja. Bagaimana seorang ayah dan seorang ibu takkan ngeri mendengar darah anaknya akan tumpah ketika Qadi mengumumkan bahwa anak mereka akan dibunuh jika tak berhasil menyembuhkan penyakit raja? Bagaimana kedua orang itu takkan sedih jika Sultan hanya memikirkan kesehatannya sendiri dan lupa bahwa keselamatan dirinya harus dibayar dengan kematian anak yang tak berdosa? Dan saya sendiri tak bisa tidak selain berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena sekarang ini tak mungkin saya mendapatkan perlindungan dari seorang raja.”

Raja terharu mendengar kata-kata itu. Air matanya mulai menetes dan berkata: “Bagiku lebih baik mati daripada menumpahkan darah seorang yang tak berdosa.” Raja lalu mencium kening dan mata anak itu, memberinya hadiah yang luar biasa banyaknya dan seminggu sesudah itu sembuhlah baginda dari sakitnya.
Berdasarkan cerita itu digubahlah syair yang sering dinyanyikan oleh seorang pengendara gajah:

Jika kau tahu penderitaan semut di bawah telapak kakimu
Begitulah keadaanmu jika diinjak oleh seekor gajah.


LELAKI DAN ANJING YANG HAUS

Di suatu gurun seorang lelaki mendapatkan seekor anjing yang hampir mati kehausan. Dari sebuah perigi ia mengambil air dengan pecinya dan diberinya minum binatang yang tak berdaya itu. Pada masa itu Nabi mengatakan bahwa Tuhan mengampuni dosa seseorang melalui perbuatan baik orang itu.

Kini bayangkan, jika kau seorang yang lalim dan kemudian berbuat kebajikan.
Orang yang bisa berbuat baik kepada seekor anjing tentu akan mudah baginya berbuat baik kepada sesamanya.

Bermurah hatilah sebesar kemampuanmu. Jika kau tak bisa menggali sumur di padang pasir, paling tidak letakkanlah sebuah lampu di tempat suci.

Bermurah hati dengan membagikan sekantong harta yang penuh tidak lebih berharga dari sedinar yang dihasilkan dengan kerja keras.

Setiap manusia diberi kewajiban sesuai dengan kemampuannya – kaki serangga terasa berat bagi seekor semut.

Berbuat baiklah kepada orang lain agar pada hari kemudian kelak Tuhan tidak berlaku kejam kepadamu.
Sayangilah hamba sahayamu, karena pada suatu saat kelak mungkin sekali dia bisa menjadi seorang raja, seperti bidak yang kemudian menggantikan kedudukan menteri dalam permainan catur.


APABILA MENGUMPAT DIHALALKAN

Tiga orang yang diperbolehkan menerima umpatan. Pertama, raja lalim yang menindas rakyatnya. Adalah halal membicarakan perbuatan jahatnya agar rakyat berhati-hati terhadapnya. Kedua, orang yang tak tahu malu. Tidak berdosa berkata buruk mengenai orang semacam ini, karena perilakunya sendiri sudah menunjukkan kesalahan. Ketiga, orang yang suka mengurangi timbangan dan seorang penipu. Katakanlah apa saja yang kau tahu tentang keburukannya.


TENTANG PENDIDIKAN

Orang-orang yang mengendalikan tali kekang nafsunya dari yang diharamkan berarti keberaniannya telah melampaui tokoh-tokoh perkasa seperti Rustam dan Samson.

Budak hawa nafsu adalah musuh yang paling mengerikan bagimu.

Jiwa raga kita bagaikan kota, yang mengandung kebaikan dan kejahatan. Kau adalah rajanya dan Akal adalah menterimu yang bijaksana.

Di kota itu, orang-orang yang keras kepala memperdagangkan ketamakan dan kebakhilan mereka. Tawakkal dan sderhana adalah warga yang harum dan bijak. Nafsu dan Menyia-nyiakan waktu adalah pencuri dan pencopet.

Bila raja mengasihi orang jahat, bagaimana orang bijaksana bisa merasa tenteram?
Nafsu jahat, iri hati, dan kebencian bersatu padu dalam dirimu seperti darah dalam pembuluhnya. Jika musuh-musuhmu ini memperoleh kekuatan, mereka akan melawan perintah dan nasehatmu. Tak akan mereka melawan bila melihat betapa kerasnya Akal.

Para perampok dan bajingan tak akan berkeliaran jika patroli polisi memadai dan tidak gemar disogok.
Penguasa yang tidak menghukum orang jahat berarti kalah dari musuh negara itu.
Tak banyak yang akan kubicarakan tentang ini; sepatah kata sudah cukup bagi orang suka berbuat dari apa yang sudah dibacanya.


FITNAH

Seorang ulama ditanya mengenai seorang rupawan yang wajahnya bagai bulan sedang duduk sendiri di kamarnya, pintu tertutup, kerabat-kerabatnya tidur, nafusnya bergejolak, dan birahinya kian kepayang, seperti pepatah Arab mengatakan, jika kurma sudah masak tak dilarang buat memetiknya – apakah dia berpikir bahwa rangsangan yang kuat dapat membuat seseorang tetap tak tergoda. Ulama itu menjawab: “Jika seseorang tak tergoda oleh wajah yang cantik, maka dia takkan dapat menyelamatkan dirinya dari fitnah yang keji.”

Jika seseorang berhasil menghindar dari nafsu buruknya dia takkan dapat menghindar dari sangka buruk orang yang gemar memfitnah. Duduk menyibukkan diri dengan pekerjaan memang baik, namun tak mungkin mengikat lidah orang.


Jalaluddin Rumi

TERLALU JAUH

Suatu siang seorang bangsawan berlari-lari menuju kantor pengadilan Nabi Sulaiman, dengan wajah sedih dan pucat, kedua bibirnya membiru. Nabi Sulaiman bertanya, “Saudaraku, ada apa?”

Orang itu menjawab, “Malaikat Maut memandangku dengan mata yang menakutkan, penuh amarah dan kebencian.”“Kemarilah,” kata Nabi Sulaiman. “Kau mau minta apa sekarang? Mintalah!” “O Pelindung hidupku,” kata orang itu, “perintahkan angin membawaku dari sini ke India. Mudah-mudahan bila hambamu ini telah sampai ke sana akan selamat hidupnya.”

Nabi Sulaiman kemudian memerintahkan angin agar membawa orang itu segera melintasi lautan menuju ke suatu tempat pedalaman India. Keesokan harinya, pada waktu sidang pleno, Nabi Sulaiman berkata kepada

Azrail, si Malaikat Maut: “Adakah kau marah pada Muslim yang satu itu dan memerintahkan agar dia dibuang jauh-jauh dari rumahnya?”

Azrail menjawab, “Kapan aku memandangnya dengan marah? Aku melihatnya dia pergi dan aku heran, karena Tuhan memerintahku, kata-Nya: ‘Dengar, hari ini kau telah membawa ruhnya ke India.’ Karena heran aku berkata pada diriku, ‘Sekalipun dia memiliki seratus sayap, perjalanan ke India semacam ini terlalu jauh baginya’.”


AHLI TATA BAHASA

Seorang ahli tata bahasa naik perahu tambang. Orang yang sangat sombong itu berpaling kepada tukang perahu dan berkata, “Sudahkah kau mempelajari tata bahasa?” “Belum,” kata tukang perahu. Ahli tata bahasa berkata lagi, “Kalau begitu hidupmu sia-sia.”

Tukang perahu sedih, tapi mampu menahan diri sesaat.

Angin tiba-tiba bertiup kencang dan gelombang naik di danau. Tukang perahu berseru kepada si ahli tata bahasa, “Katakan padaku, tahukah kau berenang?” “Tidak,” jawab ahli tata bahasa, “O Kawan yang baik!”
“Kalau begitu,” ujar tukang perahu, “seluruh hidup dan kepandaianmu sia-sia, karena sebentar lagi perahu ini akan tenggelam.”


PELUKIS YUNANI DAN CINA  
ATAU TENTANG PERBEDAAN ANTARA AHLI
KALAM DAN SUFI

Jika kau menghendaki sebuah cerita perumpamaan tentang pengetahuan tersembunyi, sampaikan kisah pelukis Yunani dan Cina.

“Kami adalah pelukis-pelukis terbaik,” kata si Cina.

“Kami jauh lebih unggul,” ujar si Yunani.

“Aku akan menguji kalian,” ujar Sultan. “Dengan begitu kami bisa melihat siapa di antara kalian yang paling unggul.”

“Beri kami sebuah ruang khusus, dan untuk pelukis Yunani beri ruang yang lain,” kata pelukis Cina.

Dua ruang berhadap-hadapan, pintu menghadap pintu, si Cina mengambil yang satu dan si Yunani mengambil satunya lagi. Si Cina meminta seratus warna cat pada raja, sehingga raja harus membuka gudang tempat menyimpan harta kekayaan kerajaan dan setiap pagi pelukis Cina memperoleh warna-warni cat berkat kemurahan hati baginda.“

Tak ada warna atau cat yang cocok untuk lukisan kami,” kata pelukis Yunani. “Yang kami perlukan ialah menghindarkan diri dari karatan besi.”

Setelah itu, mereka menutup pintu ruang mereka masing-masing dan mulai bekerja memoles dinding: licin dan tak bercela sebagaimana langit di atas sana yang cerah.

Inilah jalan dari banyak warna ke tanpa warna; warna umpama awan, tak berwarna adalah bulan. Sinar apa pun yang mentakjubkan yang kau lihat di awan, pasti asalnya dari bintang, bulan dan matahari.
Ketika karya mereka selesai pelukis-pelukis Cina bersorak gembira. Raja datang dan melihat lukisan di ruang itu; sungguh menawan dan luar biasa. Kemudian dia pindah melihat ruang para pelukis Yunani bekerja, cukup dengan menggerakkan tirai yang menutupi dinding licin cemerlang memantulkan bayangan lukisan para pelukis Cina. Semua yang disaksikan raja di ruang pelukis Cina tak melebihi keindahan yang dilihat di ruang pelukis-pelukis Yunani, sehingga matanya benar-benar terpesona.

Pelukis-pelukis Yunani itu, o Ayah, adalah para sufi. Tanpa menghafal, tanpa buku dan belajar di sekolah resmi mereka mampu membersihkan kalbu mereka hingga bersih dari keserakahan dan kelobaan, kekikiran dan kebencian. Kemurnian cermin tanpa diragukan adalah hati yang menerima gambar tak terkira. Pantulan setiap gambar apakah terhitung atau tidak, terbit selamanya dari hati semata, dan selamanya setiap gambar baru yang menyelinap ke dalam hati menunjukkan dengan sendirinya bebas dari segala cela. Mereka yang telah menggosok harinya sampai cerlang terhindar dari bebauan dan warna; setiap saat, dalam sekejap, mereka menyaksikan Keindahan.

Catatan : Pelukis Cina yang dimaksud Rumi adalah pelukis aliran formalis. Melalui kisahnya ini Rumi menyindir kelemahan-kelemahan penganut agama yang berpaham formalis.

Abdul Hadi W. M

Nota: Terima kasih buat Bapak Prof. Abdul Hadi W.M atas nota di atas

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top