ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

Berbakti Kepada Orang Tua [Oleh: Hamim Thohari Abu Syauqiy]

Oleh: Hamim Thohari Abu Syauqiy

Saudaraku,

Mari kita sejanak merenung; kenapa hidup kita terasa gersang, hati menjadi keras, cinta Allah seakan jauh dari kita, doa jauh dari terkabul, gelisah, tidak tenang dan hampa, bisnis selalu rugi, rumah tangga tidak harmonis… apakah gerangan penyebabnya??



Jangan jangan itu berpunca dari kedurhakaan kita terhadap orang tua, kita sadari atau tidak. Coba kita bermuhasabah diri:

Sudahkah kita menjadi anak yang berbakti kepada orang tua??

A. Perintah berbakti dan larangan durhaka dalam firman Allah:
1. Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu Yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua ibu bapa…” (Al-An’am: 151)

2. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Luqman: 14)

3. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "huss" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia” (al-Isra’: 23)

B. Perintah berbakti dan larangan durhaka dari Sabda Nabi Muhammad saw.:
1. “Ridho Allah terletak pada ridhonya orang tua dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan orang tua.” (Hr. Turmudzi)

2. Berbakti dan berbuat baik kepada orang tua adalah termasuk jihad. Sebagaimana Rasulullah SAW. pernah memerintahkan seorang pemuda yang ingin ikut perang, padahal dia punya dua orang tua yang harus dijaga. Maka Rasulullah bersabda: “Jihad kamu ada pada keduanya.” Artinya, Rasulullah memandang bahwa berbakti dan melayani kedua orang tua adalah termasuk jihad fi sabiilillah.

3. Islam sangat menghargai dan memandang mulia kedudukan seorang ibu, sehingga ketika Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, siapakah yang paling berhak untuk diperlakukan dengan baik? Rasullah menjawab, “Ibumu.” Ditanya lagi jawabnya tetap sama. Setelah ketiga kalinya baru dijawab, “Bapakmu.” (Hr. Bukhori dan Muslim)

4. Rasulullah memberi 10 wasiat kepada umatnya, di antaranya adalah: “Jangan sekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, walau pun engkau dibunuh atau dibakar. Jangan engkau durhaka terhadap kedua orang tuamu, walau pun kamu disuruh untuk meninggalkan istri dan hartamu..!” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Thobrani) Perintah orang tua untuk meninggalkan istri yang wajib ditaati adalah jika istri (pasangan anda) selalu mengajak berbuat maksiat dan melanggar perintah Allah.

5. Rasulullah melarang kita mencela ayah / ibu orang lain. Sebab, akan membuat anaknya berbalik mencela orang tua kita dan itu artinya seperti kita mencela orang tua kita sendiri. (Hr. Bukhori dan Muslim)

C. Akhlaq Orang-Orang Sholih Terhadap Orang Tuanya:
1. Ibnu Hasan at-Tamiimiy rela disengat kala jengking gurun yang mematikan demi menjaga ibunya. Kisahnya: ketika ibunya sedang tidur, dia melihat ada seekor kala jengking dan ketika hewan berbisa itu hendak dibunuh, ia lari dan masuk lobang. Khawatir binatang itu menyengat ibunya, dia masukkan jarinya ke dalam lobang hingga dia sendiri yang disengat.

2. Abu Hurairah ra. Seorang sahabat yang terkenal sangat mencintai ibunya. Beliau punya kebiasaan, ketika hendak keluar rumah, beliau berdiri di depan pintu kamar ibunya, dan berkata: “Salam sejahtera untukmu, wahai Bunda. Semoga rahmat Allah menyertaimu selalu.” Ibunya menjawab. “Salam sejahtera untukmu juga wahai Ananda. Dan semoga rahmat Allah pun mengiringimu.” Kemudian beliau berdoa, “Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu seperti ibu menyayangiku sewaktu kecil.” Ibunya pun membalas dengan doa, “Semoga rahmat Allah terlimpah pula kepadamu seperti kamu menyayangiku di usia tuaku.”

3. Hasan bin Ali ra., cucu nabi Muhammad saw. tidak mau makan bersama ibunya. Ketika ditanya, kenapa itu dilakukan padahal dia sangat mencintai ibunya. Hasan menjawab, bahwa dia tidak ingin memakan makanan yang sebenarnya diinginkan oleh ibunya tanpa sadar sehingga itu menjadi berbuatan durhaka. Maka, dia lebih suka makan setelah ibunya selesai makan.

4. Uwaiys al-Qorniy, seorang pemuda shalih yang hidup di zaman Rasulullah dan tinggal di negeri Yaman terpaksa menahan keinginannya untuk bertemu nabi karena harus merawat ibunya yang sudah tua. Setelah ibunya meninggal barulah dia bisa ke luar dari negeri Yaman, namun ketika itu Rasulullah sudah meninggal. Lantaran pengorbanan dan baktinya kepada ibunya, Allah menganugerahkan keistimewaan kepadanya: Doanya selalu maqbul.

D. Manfaat berbakti Kepada Orang Tua:
1. Diberi anak yang taat dan berbakti kepadanya
2. Diterima amal sholihnya dan dihapus dosa-dosanya
3. Doa-doanya mudah terkabul
4. Melapangkan rizqi dan memperpanjang umur

Rasulullah bersabda: “Siapa yang ingin dilapangkan rizqinya dan diperpanjang umurnya hendaklah berbakti kepada orang tua dan menyambung tali keluarga.”

E. Bahaya Durhaka kepada Orang Tua:
1. Diberi anak yang durhaka kepadanya
Sabda Rasulullah, "Barangsiapa yang durhaka kepada orang tuanya, Allah akan memberikan kepadanya anak-anak yang akan mendurhakainya." [al-Kabaair, Imam Az-Zahabiy]
2. Ditolak amalnya di akhirat
Sabda Rasulullah, “Tiga orang yang kelak di hari Qiyamat akan ditolak amalnya: pendurhaka (ortu), pengadu domba dan pendusta taqdir.” [al-Kabaair]
3. Doanya susah terkabul
4. Disegerakan balasannya di dunia dan siksa pedih yang menghinakan di akhirat.
Sabda Nabi, “Tidak ada dosa yang lebih layak untuk disegerakan balasannya oleh Allah di dunia bagi pelakunya, serta kehinaan baginya di akhirat selain dosa pelacuran dan kedurhakaan terhadap orang tua.” [al-Kabaair]


PS: Saudara Hamim Thohari merupakan salah seorang sahabat aku yang berasal dari Jawa Tengah, Indonesia. Aku suka menatap artikel yang ditulis dan aku paparkan di sini buat pertama kalinya. Terima kasih karena sudi berbagi, duhai sobat ^_^

Tangan yang cuba menyampai isi: Ampuan Awang

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top