ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

RUMI: Tentang Perempuan, Lelaki Dan Cinta oleh: Prof Abdul Hadi W.M

Abdul Hadi W. M.

‘PEREMUAN, LELAKI DAN CINTA”
SAJAK-SAJAK RUMI


CINTA WANITA

Dilihat secara lahir kaulah yang mengatur isterimu
Secara batin dia yang kauhasratkan yang mengaturmu.
Inilah kelebihan manusia: Cinta hewan tidak besar
Dan itu merupakan bukti bahwa martabatnya rendah.

Nabi pernah bersabda: Wanita mengungguli orang arif
Sedangkan lelaki sesat dapat mengalahkan wanita:
Sebab dalam diri lelaki yang sesat
Melekat kekejian seekor binatang buas.

Cinta dan kelembutan adalah sifat sejati manusia
Nafsu angkara adalah sifat binatang.
Wanita adalah seberkas sinar Ilahi: ia bukanlah
Kekasih para lelaki yang berwatak hewani
.
Wanita penuh daya cipta: Hanya saja kau
Menghina karena memandang sebaliknya.


HAWA NAFSU

Hawa nafsumu ialah ibu semua berhala:
Berhala benda ialah ular, berhala jiwa adalah ular naga.
Menghancurkan berhala itu mudah: Namun menganggap mudah
Mengalahkan hawa nafsu adalah tolol.

O Anakku, jika bentuk hawa nafsu ingin kaukenal
Bacalah uraian tentang Neraka dan tujuh pintunya.
Dari hawa nafsu setiap saat bermunculan ratusan tipu muslihat;
Dan dari setiap tipu muslihat seratus Fir`aun
Dan balanteranya terjerumus ke dalam jurang.


MUDAH DAN SUKAR

Ketika kaumulai menaruh muatan di kapal, yakinlah bahaya pasti sedang melintang
Kau tak tahu apakah kapal akan karam atau selamat tiba di daratan
Jika kau berkata, “Tak mau aku berangkat sebelum pasti tentang nasibku.”
Maka kau takkan pergi berdagang: rahasia untung dan rugi takkan terungkap bagimu.
Pedagang yang berhati lemah takkan merasakan hikmah dari untung dan rugi
Malahan dia merugi: Seseorang harus menyalakan api agar memperoleh cahaya.
Karena semua kejadian berjalan di atas harapan, dan tujuan terbaik harapan ialah iman –
Maka hanya dengan Iman kau akan memperoleh keselamatan.


TIDAK LAHIR

Andai ada yang mengatakan kepada benih dalam rahim,
“Di luar sana ada sebuah dunia yang sangat teratur,
Sebuah dunia yang menyenangkan, luas,
Penuh kesenangan dan banyak makanan;

Gunung, lautan, lembah, taman-taman
Harum semerbak dan sawah ladang ada semua di sana;
Langitnya tinggi menjulang dan terang benderang pula;
Sinar matahari, cahaya bulan dan bintang-bintang tak tepermanai;

Keajaibannya tak dapat dilukiskan;
Namun mengapa kau mau tinggal
Dan minum darah dalam periuk
Yang kotor dan begitu gelap seperti ini?”

Benih, sebagaimana layaknya benih,
Tentu akan memalingkan muka, tak percaya;
Demikian perumpamaan orang buta
Ia tak punya khalayan dan angan-angan sama sekali

Begitu pula, apabila ada seorang arif di dunia ini
Menceritakan dunia yang bebas dari wewangian dan warna.
Tak akan ada satu orang bodoh pun mau mendengar
Mereka terhalang oleh hawa nafsunya sendiri.

Begitu pun dengan benih yang selalu haus akan darah
Sebab darahlah yang mengasuhnya di alam yang hina
Dan darah pula yang mencegahnya melihat dunia yang sebenarnya
Karena itu semenjak saat itu makanannya tak ada selain darah.


KEJAHATAN DALAM DIRI KITA

Singa pergi ke sumur untuk menangkap musuhnya
Mengikuti jejak Kelinci yang akan menunjukkan pesaingnya singa yang lain
Mereka lari kencang untuk menemui saingan si raja hutan .
Singa tak sadar musuh yang dilihatnya di sumur adalah bayang-bayangnya sendiri:
Dalam air tampak wajah seekor singa dengan kelinci gemuk di sampingnya
Tak berapa setelah ia mengamati musuhnya dengan teliti
Ia pun lupa kepada si kelinci yang berdiri di sampingnya
Singa melompat untuk menerkam pesaingnya di dalam sumur
Ia jatuh dan tenggelam dalam lubang yang dikhayalkannya sendiri:
Kejahatan dirinya yang telah menerkam dan menyergap kepalanya.
Pembaca, berapa banyak kejahatan kaulihat dalam diri orang lain
Padahal semua itu tak lebih adalah pantulan sifat-sifatmu sendiri!
Dalam diri orang lain sifat dan tabiat burukmu tampak dengan jelas
Kemunafikan, kejahatan dan kesombongan, semuanya.
Kau tidak senang melihat kejahatan yang ada dalam dirimu
Sebab jika demikian kau akan membenci dirimu sendiri.
Bagaikan singa yang menyergap bayangannya sendiri di sumur
Selama ini kau hanya menganiaya dirimu sendiri.
Apabila kau sampai ke lubuk perigi sifat-sifatmu sendiri
Kau akan tahu bahwa dosa pun banyak tersimpan dalam dirimu.


BELENGGU KEBERADAAN

Air surut ini berasal dari-Mu, namun mengalir melalui aku:
Selanjutnya, O Yang Maha Agung, lautku diam tak bergerak.
Namun dari sumber yang sama tempat Kau mendatangkan derita
Kau kirim pula kesenangan yang berlimpah kasih sayang.
O Kau, yang melalui bencana membuat lelaki lemah seperti wanita
Tunjukkan padaku jalan yang satu itu
Dan jangan biarkan daku sesat di sepuluh jalan.
Aku bagaikan unta yang letih: Pelana kehendak bebas
Telah menyiksa punggungku yang penat.
Keranjang muatannya yang berat
Sebelah kiri melorot ke bawah, yang kanan naik ke atas.
Turunkan muatan keparat ini agar daku
Dapat mengunyah rerumputan di padang rahmat-Mu!
Ratusan ribu tahun aku melayang tak tentu tujuan
Ya, bagaikan sebutir debu berpusing di udara.
Jika kulupa saat-saat pilu itu dan tempatku mengeluh
Maka perpindahan dalam tidur ini membuatku ingat kenangan lama.
Di malam hari kulepas diriku dari salib bercabang empat
Dan aku pun pergi menuju ruang roh yang penuh kedamaian.
Dari sang perawat, Tidur yang pulas, kudapatkan kembali
Susu minumanku sehari-hari di masa lalu, ya Tuhan.
Semua yang fana melepaskan diri dari kemauan bebasnya
Dan dari keberadaan diri mereka yang membelenggu
Lantas mereka pun pergi menuju diri mereka yang dilupakan
Mereka letakkan anggur hina dan seni musafir atas dirinya
Agar mereka dapat membebaskan diri sesaat dari kesadaran yang sesak.


LANGIT DAN BUMI

Hikmah dari Tuhan adalah takdir dan maklumatnya ialah
Kita ini memang dijadikan sebagai pencinta satu dengan yang lain;
Karena ketentuan itulah setiap bagian dari dunia ini
Dianugerahi pasangan yang sesuai dan serasi.
Di mata orang arif, Langit adalah lelaki dan Bumi adalah perempuan.
Bumi menerima saja apa yang diturunkan oleh Langit.
Jika bumu kurang panas, Langit mengirim panas
Jika bumi kurang hangat dan lembab, Langit memulihkannya.
Langit berputar mengitari sumbunya, seperti suami mencari nafkah bagi istrinya
Dan Bumi sibuk pula mengurus rumah tangganya:
Ia menunggui yang lahir dan menyusui bayi yang ia lahirkan:
Sebutlah Bumi dan Langit sebagai pasangan bakat dan kepandaian
Keduanya sangat diperlukan oleh makhluq yang berakal.
Jika pasangan ini merasakan nikmat dengan yang lain,
Mengapa mereka harus merangkak bersama sebagai pencinta dan kekasih?
Tanpa Bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga?


LELAKI DAN PEREMPUAN

Di jalan kebenaran pencinta tak mencari mencari apa yang tak dilihat oleh kekasihnya
Jika cahaya Cinta menerobos kalbu kita, artinya Cinta telah bersemayam di hati si dia
Bila Cinta Tuhan menyala dalam hatimu, tentu Tuhan telah mencintaimu
Suara tepukan tidak akan terdengar dari tangan yang bertepuk sebelah tangan
Tuhan telah menetapkan bahwa kita adalah pencinta satu dengan yang lain.
Karena ketentuan itulah setiap hal di muka bumi diberi pasangan
Di mata orang arif, Langit adalah lelaki dan Bumi adalah perempuan
Bumi menerima saja apa yang diturunkan Langit ke haribaan dan rahimnya
Jika bumi kurang panas, Langit mengirimkan panas
Jika bumi kurang segar, Langit menyegarkan bumi yang lembab
Langit berputar menurut sumbunya, bagaikan suami mencari nafkah bagi istrinya
Dan Bumi sibuk mengurus rumah: ia menunggui dan menyusui bayi yang dilahirkan
Perumpamaan Bumi dan Langit adalah seperti bakat dan kepandaian
Yang satu memerlukan yang lain untuk hidup dan maujud
Tanpa Bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga?
Tanpa Bumi apakah Langit bisa menghasilkan air dan panas?
Ketika Tuhan meletakkan nafsu berahi ke dalam diri lelaki dan perempuan
Lihat, dunia telah berhasil diselamatkan oleh persatuan dari keduanya.
Begitulah Tuhan menanamkan keinginan dalam setiap bagian
Dari keberadaan demi bagian keberadaan yang lain
Siang dan Malam, dilihat dari luar saling bertentangan
Namun untuk mencapai tujuan yang satu, mereka saling membantu
Masing-masing saling mencinta untuk mencapai kesempurnaan
Mereka saling memerlukan agar kerja mereka sempurna
Tanpa Malam, hidup manusia tak akan membuahkan hasil, pun jika tanpa Siang.


P/s: Untuk kesekian kalinya ucapan jutaan terima kasih ini teruntuk buat Bapak Profesor Abdul Hadi W.M atas kesudiannya membenarkan saya mengulang kembali artikel beliau untuk diulang semula dalam blog saya. Sekian terima kasih.

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top