ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

RUMI ”IBU SENANTIASA MENCARI ANAK” oleh: Prof Abdul Hadi W.M

Abdul Hadi W. M.

KATA-KATA BAIK

Ibu senantiasa mencari anaknya: Yang hakiki mencari bentuk yang berasal darinya.

Apabila air ditaruh dalam guci, angin menghirupnya; karena angin adalah roh yang hakiki, kuat dan bebas.

Angin membebaskan air dan melayangkannya jauh menuju sumbernya,

sedikit demi sedikit, sehingga akhirnya keluar dari penjara dunia ini
Dan jiwa kita bagaikan puji-pujian yang menyelinap, perlahan-lahan, sehingga akhirnya keluar dari penjara dunia ini.
Kata-kata baik kita yang semerbak terbang menuju Dia meninggalkan kita dan Tuhan tahu kemana pun ia terbang.

Nafas kita melayang tinggi bersama kata-kata pilihan, sebagai karunia untuk
kita, menuju tempat yang abadi.

Kemudian ia datang mengunjungi kita untuk memberi pahala atas puji-pujian
kita, pahala berlipat ganda, dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

Ia menyuruh kita mencari lagi kata-kata baik lebih banyak, sehingga
hamba-Nya menerima Kasih Sayang-Nya lebih banyak lagi.

Sungguh, sumber kenikmatan yang terdapat dalam doa adalah Cinta Ilahi
yang tak henti-hentinya membawa roh terbang menuju rumahnya yang asali.


KEYAKINAN SATU JIWA

Keyakinan itu banyak, namun iman hanya satu: wadah mereka beraneka
ragam, namun jiwa mereka satu.

Selain nyawa dan pemahaman yang juga dipunyai lembu dan keledai,
manusia mempunyai akal fikiran dan jiwa luhur lain.

Demikian pula dalam diri pemilik nafas Ilahi, ada jiwa lain yang berbeda dari
jiwa manusia.

Jiwa hewan tidak mempunyai kesatuan: jangan kaucari pula kesatuan pada
roh halus.

Apabila pemilik jiwa itu makan roti, para tetangganya tidak ikut merasa kenyang; apabila ia dibebani
sesuatu maka tetangganya tidak merasa dibebani sesuatu apa pun.

Malahan ia akan senang apabila jirannya mati sebab ia tidak akan lagi iri
pada kekayaan dan kemakmurannya.

Jiwa serigala dan anjing berasingan, namun jiwa singa-singa Tuhan padu
dalam kesatuan.

Jiwa yang kumaksud ini ialah jiwa mereka yang banyak, sebab jiwa yang
tunggal seratus kali banyaknya dibanding tubuh.

Sama seperti cahaya tunggal matahari di langit adalah ratusan kali berkenaan
dengan halaman rumah yang disinari

Namun apabila kaubongkar tembok-tembok rumah itu, semua sinar yang
memancar itu satu jua dan sama.

Apabila rumah tubuh tidak mempunyai fundamen yang kuat, maka imanlah
yang akan menjadi tiang penopangnya.


NAMA KITA YANG SEBENARNYA

Tidakkah kau pernah mendengar nama segala sesuatu dari Yang Maha Tahu:
Camkan makna rahasia firman, "Dia telah mengajarmu pengetahuan nama-nama.”

Karena nama setiap peristiwa senantiasa bersama kita maka lantas menjelma wujud lahir:
bersama Sang Pencipta nama menjelma hakekat batin.

Dalam penglihatan Nabi Musa tongkat bernama 'tongkat': pada hakekatnya ia
adalah ular naga.

Di alam fana nama Umar ialah 'pemuja berhala': tetapi di alam baka namanya 'Muslim sejati'.
Ringkas kata, di hadapan Tuhan semua yang diharap menjadi tujuan adalah nama kita yang
sebenarnya.


"DI SINI AKU"

Pada suatu malam seseorang berseru, "Allah! Allah!" berulang-ulang sehingga
bibirnya manis dengan pepujian kepada-Nya.

Setan berkata, "O kau yang banyak berkata-kata, mana jawaban 'Di sini Aku'
(labbaika) bagi seruan 'Allah'mu itu?

Jawab yang dinanti tidak kunjung tiba dari Arasy: Akan berapa lamakah
kau berkata 'Allah' dengan muka pucat?

Orang itu lantas putus asa dan terbaring tidur, dalam mimpinya ia berjumpa
Nabi Khaidir di antara dedaunan:

Ujar Nabi Khaidir, "Dengarkan, O kau yang telah dihalang berjumpa Tuhan:
mengapa kau menyesal karena berzikir sepanjang malam?"

Orang itu menjawab, "Tiada jawaban "Di siniAku" yang kudengar, sehingga
aku takut dijauhkan dari pintu-Nya."

Kata Nabi Khaidir, "Dengarkan, Tuhan berkata: 'Allah' dalam doamu ialah
'Di sini Aku'-Ku, sedangkan permohonan

Dan duka serta gelora semangatmu adalah utusan-Ku kepadamu, Ketaqwaan
dan cintamu adalah hidung untuk mencium Karunia-Ku:

Tidak jauh dari setiap seruan"O Tuhan'-mu selalu berada 'Di sini Aku’-Ku."


MUSIK KENANGAN

Nada suling dan buluh perindu yang menawan telinga
Katakan, asalnya dari putaran biru angkasa raya.
Iman yang mengatas rantai khayal dan angan
Tahu siapa penggubah suara sumbang dan merdu itu.

Kami adalah bagian dari Adam, bersamanya kami dengar
Nyanyian para malaikat dan serafim.
Kenangan kami, walaupun tolol dan menyedihkan,
Kenal alunan musik sorga yang menawan itu.

Musik adalah daging pecinta yang berahi
Musik menggetar-lambungkan jiwa ke angkasa.
Bara berpijar, api abadi kian berkobar
Kami dengar senantiasa serta hidup dalam ria dan damai


PERBUATAN ORANG YANG KEJI

Sekarang ini banyak sekali setan memakai rupa Adam, jangan mudah mengulurkan tangan kepada sembarang tangan.

Penangkap burung melantunkan siul untuk memikat burung dengan maksud burung mendengar bunyi siulnya, lantas burung turun dari udara dan menjumpai jerat serta pucuk belati.

Orang yang keji suka mencuri bahasa para sufi, dengan maksud bisa membacakan jampi-jampi guna memikat orang-orang bodoh.

Perbuatan orang suci seperti cahaya dan panas; perbuatan orang keji ialah tipu muslihat dan memalukan.


IRI HATI

Iri hati yang menguasai dirimu adalah Iblis yang sifatnya melampaui batas dalam kecemburuan.

Disebabkan iri hati Iblis memandang rendah Adam, dan oleh karena iri hati pula dia menentang kebahagiaan.

Di jalan kerohanian tidak ada yang lebih sulit dihadapi kecuali iri hati. Oh, beruntunglah dia yang tak pernah dihinggapi rasa iri hati.

Ketahuilah bahwa tubuh jasmani ini merupakan rumah tempat tinggal iri hati, karena keluarga yang berada di dalamnya tercemar pula olehnya.

Walau tubuh adalah tempat tinggal iri hati, namun Tuhan menjadikan tubuh ini fitri.

Kalimat “Bersihkan rumah-Ku olehmu berdua!” adalah petunjuk tentang kefitrian itu: hati yang fitri adalah permata Tuhan, walau pun azimatnya terbuat dari bumi.

Bilamana kau menggunakan tipu muslihat dan iri hati dalam menghadapi orang yang dikuasai iri hati, noda hitam akan muncul dari keirian itu dalam hatimu.

Jadilah seperti debu di telapak kaki orang Tuhan, hamburkan debu itu atas kepala iri hati seperti kami.


KAMI ADALAH SULING

Kami adalah suling dan musik dalam diri kami berasal darimu: kami seumpama gunung, dan gaung dalam diri kami datang darimu.

Kami adalah seperti buah-buah yang terlibat dalam kemenangan dan kekalahan: kemenangan dan kekalahan kami berasal darimu, O kau dari siapa menang dan kalah berasal.

Siapa kami, o kau jiwa dari jiwa kami, kami tetap berada di sampingmu. Kami dan periada kami bukan periada: Kau adalah Wujud Mutlak yang memaklumkan si lekas binasa jadi nyata.

Kami semua adalah singa, tapi singa pada sebuah bendera: disebabkan angin
kami berkibar dari waktu ke waktu.

Kibaran kami nampak, tapi angin yang mengibarkan kami tidak kelihatan: dapatkah yang tak terlihat berkibar dari kami?

Angin kami dari mana kami bergerak, dan wujud kami berasal dari karuniamu: seluruh periada kami datang karena kau memunculkan kami jadi wujud.

Telah kau tunjukkan rasa riang wujud terhdap bukan wujud, setelah yang bukan wujud kau bikin jatuh cinta.

Jangan renggut keriangan sifat pemurahmu: jangan renggut hidangan anggur dan cawan anggurmu.

Dan jika kau renggut, siapa yang akan memberi penerangan. Bagaimana lukisan akan sampai bersama pelukisnya.


PELUKIS

Di hadapan pelukis dan kuas, lukisan tidak berdaya dan tergantung seperti anak dalam rahim ibunya.

Di hadapan Yang Maha Kuasa semua orang di balairung perjumpaan tak berdaya apa-apa seperti sulaman di hadapan jarum.

Kini dia ciptakan lukisan, satu tentang Iblis, satu tentang Adam: kini dia ciptakan lukisan, satu tentang kegembiraan dan satunya lagi tentang kemurungan.


BUAH DELIMA

Jika kau membeli buah delima, belilah ketika kulitnya merekah tertawa, hingga tawanya yang merekah dapat memberimu keterangan yang nyata tentang benihnya.

O, diberkatilah tawanya, karena melalui mulutnya ia memperlihatkan hatinya, seperti mutiara dari kotak kecil roh.

Tawa yang tak diberkati ialah tawa riang anemoni merah, yang mulutnya memperlihatkan kehitaman hati.

Delima yang tertawa membuat taman riang dan bahagia: persahabatan dengan orang suci membuat kau jadi satu di antara orang-orang suci.

Walau pun kau ini hanya batukarang atau pualam, kau bisa menjadi permata apabila kau menjadi manusia kalbu (aulia).

Tanamlah cinta orang suci dalam rohmu: jangan berikan hatimu kecuali kepada cinta mereka yang hatinya bahagia.

Jangan bertetangga dengan keputusasaan: di sana ada harapan, jangan pergi ke arah kegelapan: di sana ada matahari.

Hatimu membimbingmu bertetangga dengan manusia kalbu, tubuh membimbingmu menuju penjara air dan tanah.

Oh, beri hatimu makanan dari orang yang sejalan dengan hatimu; pergilah, cari kepiawaian rohani dari orang yang piawai.


IKHTIAR DAN KEMAUAN BEBAS

Kemauan bebas adalah upaya untuk mensyukuri nikmat-Nya: keterpaksaan adalah pengingkaran terhadap nikmat itu.

Bersyukur karena sanggup bertindak merdeka akan menambah kekuatanmu: keterpaksaan akan membuat karunia Tuhan tercuri dari tanganmu.

Keterpaksaan dan kepasrahan adalah tidur nyenyak di tepi jalan: jangan tidur! jangan tidur, sampai kau melihat gapura di ambang pintu.

Waspadalah! Kecuali di bawah pohon yang lebat buahnya, jangan tidur, wahai Orang yang senang berpangku tangan dan pasrah!

Jika kau tidur di bawah pohon lebat, setiap saat angin akan menggoyangkan dahan dan menurunkan makanan bagimu, sehingga perjalananmu memiliki tujuan.

Jika kau percaya pada Tuhan, percayalah kepada-Nya ketika kau sedang bekerja: tanamlah benih, kemudian gantunglah harapanmu pada Yang Maha Kuasa

P/s: Ilmu yang baik itu mencambah banyakkan bukaan ruang pada otak. Dan ia pastinya sesuatu yang baik untuk dikongsikan bersama. Oleh kerana itu, ucapan jutaan terima kasih saya tujukan buat Bapak Prof Abdul Hadi W.M atas kebenaran yang telah diberikan untuk memuat semula artikel beliau ke laman ini. Sepertimana yang saya kata tadi, sesungguhnya perkongsian itu bakal membuka ruang pada otak kita dan ia merupakan benih yang kita tanam di dunia; sementara perolehannya bukan kita temukan di sini tapi di sana, sewaktu berjumpa Tuhan Rabbul Jalil sebaik saja kita semua dibangkitkan kembali [...]

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top