ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

Jebatkah Yang Durhaka? Atau Tuah Yang Tersalah Menjatuh Hukum? (Sidang Redaksi Sahabat)


Jebat maafkan diriku

Tiadalah yang lebih susah, berjuang dengan darah
Mempertahankan Haq, menyatakan batil
Tiadalah yang lebih payah, diri terkorban dengan darah
Memilih mati berdarah daripada atas katil

Tiadalah makna diri berbangsa
Menang bersorak negara terjajah
Ada kuasa tiada daya
Kecut perut lalu mengalah

Ada kemajuan lebih banyak kemunduran
selangkah maju mundur sepuluh langkah
ada ketua mintak perlindungan
menagih untung bila memangkah

Yang disebut-sebut mengenang budi
Kami telah banyak menabur berbakti
Kamu mesti pangkah kami
Yang berbudi harus diundi

Siapa yang patut dibagi?
Sesiapa yang pandai menabur janji
Sesiapa yang baik hati
Sesiapa yang sisipkan RM50 di celah jari

Siapa Tuan siapa hamba
Siapa amah siapa tuan rumah
Siapa pengurus siapa abdi
Siapa penjual siapa pembeli

Tiadalah yang lebih payah, punya bangsa tiada kuasa
Lebih payah hidup daripada zaman penjajah
Membara obor perjuangan bangsa
Mengejar kematian biarpun bermandi darah

Alangkah indah punya bangsa punya kuasa
Punya agama, punya bahasa, punya budaya.
Alangkah indah punya negara, sendiri perintah
Punya mandat tak perlu dibahagi-bahagi

Maafkanku Jebat!
Khayalan ini cukup berlebihan
Mati mu sia-sia
Tiada pengajaran dijadikan sandaran
Bila hari-hari akhir
Dalam mengenang kematian mu

Matinya sebuah kebenaran
Hidupnya sebuah kepura-puraan

Bangsamu terjajah, menjadi hamba
Dalam negara, menjadi sengsara.

Bumi yang dipijak, menjadi api
Tanah yang dipijak menjadi duri

Maafkanku Jebat !
Talkin bangsamu akan diluncurkan
Mendodoikan irama
Selamat tinggal Melayu..

## : ???

1 comments :

lya said...

ah, berjuang dengan darah
darah dalam diri
mengalir tanpa henti
sehingga nadi terhenti mati

berjuang dengan air mata
demi sekuis beras disuap ke mulut
menghidup pengikis kuras tenaga
tapi sendiri jadi rangka

ah, menabur janji semudah bermain dengan air
tabur-tabur warna ke air
cantik sekejap, kotornya lama
kemudian dihumban ke longkang

ah, mandat apa perlu diberi
kalau memerintah tak serupa bicara
kata orang raja adil disembah
kata orang juga, raja zalim disanggah

jangan tak faham, teman
hidup ini banyak musibah daripada untung
musibah dengan segalanya
segalanya kecuali iman

dunia
harta bertimbun itu
semua hanya daki dunia
untuk apa dikejar-kejar?

ah, kita di dunia bukan untuk harta
jangan sampai kita terlupa
biar bercerai jasad dan nyawa
tasyahud tetap terlafaz di akhir kata

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top