ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

Permata Hikmah Maulana Rumi


Oleh: Prof. Abdul Hadi W. M.

SURAH DAN MAKNA

Jika kau menganggap surah (bentuk lahir) merupakan cabang dari makna (jiwa) atau raja taklukan sedangkan kalbu adalah Raja dirajanya – hal itu tidaklah sepenuhnya benar, sebab yang disebut surah dan makna itu nisbi belaka. Jika tidak ada dahan, bagaimana yang lain (akar) dinamakan akar?
Sedangkan akar menjadi akar disebabkan ada dahan? Jika tidak ada dahan mustahil yang disebut akar disebut akar. Ingatlah: Tuhan mencipta tubuh sebagai wadah bagi roh untuk maujud.


RAGAM ILMU

Setiap ilmu yang dicapai dengan belajar dan daya upaya di dunia ini adalah ilmu tentang perkara-perkara lahiriah. Tetapi ilmu yang diperoleh sesudah (nafsu rendah) mati ialah ilmu tentang agama. Mengenal ilmu “Ana al-Haqq” adalah ilmu lahir, tetapi menjadi “Ana al-Haqq” adalah ilmu tentang keyakinan agama. Melihat cahaya lampu atau nyala api adalah ilmu lahir, terbakar nyala api adalah ilmu keyakinan agama. Penglihatan batin adalah pencapaian ilmu agama, sedangkan mengetahui secara akliah adalah ilmu lahir.


HAKEKAT ILMU

Orang-orang telah dan sedang belajar membayangkan bahwa mereka datang ke tempat ini (madrasah para sufi) yakin akan lupa dan menolak semua pengetahuan yang telah mereka peroleh. Namun sebaliknya bila mereka datang ke tempat ini pengetahuan mereka akan mendapatkan roh (yang bisa menghidupkan pengetahuan mereka). Ilmu pengetahuan adalah lukisan. Bila mendapatkan roh, maka ia seperti tubuh tak berdaya yang menerima kehadiran roh. Akar semua ilmu berasal dari Sana, dari dunia tanpa suara dan huruf itu kemudian ia dibawa ke dunia suara dan huruf.


NABI DAN AKAL SEMESTA

Nabi Muhammad disebut ‘ummi’ (buta huruf) bukan karena tidak dapat membaca atau tidak kenal ilmu pengetahuan. Dia disebut ‘ummi’ karena tulisan, ilmu pengetahuan dan hikmahnya merupakan bawaan (diperoleh dari ilham dan wahyu). Akankah seorang yang dapat mengukir huruf pada bulan tidak mampu menulis? Apa yang ada di dunia ini yang tidak diketahui olehnya? Sesungguhnya setiap orang belajar darinya. Adakah pengetahuan parsial yang dimiliki akal khusus tidak dimiliki oleh Akal Semesta? Akal khusus yang pengetahuannya bersifat parsial tidak dapat menghasilkan sesuatu dari dirinya sendiri (tetapi dari dunia di luar dirinya). Komposisi, hasil ilmu rekayasa dan tatanan sesuatu yang dihasilkannya bukanlah sesuatu yang baru setelah seorang ilmuwan melihat sesuatu. Mereka hanya menambahkan sesuatu kepada sesuatu. Dia yang benar-benar menghasilkan sesuatu yang baru dari dirinya ialah Akal Semesta (al-`aql al-kulliy). (Pengetahuan yang diperoleh) akal khusus dapat diajarkan, dan ia perlu diajarkan. Akal semesta adalah guru, dan tidak perlu diberi pelajaran.


CERMIN

Bagaimanakah arah cahaya Yang Maha Besar bisa berada di dalam hati? Sebab jika kaucari cahaya-Nya itu, kau menjumpainya di situ. Tetapi tidak berarti cahaya-Nya benar-benar di tempat itu. Kau hanya menjumpainya dalam hati, seperti kau melihat gambar dirimu dalam cermin. Walau gambar dirimu tidak benar-benar ada di dalam cermin, namun bila kau melihat ke dalam cermin, maka kau akan melihat gambar dirimu.



PERBENDAHARAN TERSEMBUNYI

Hadis qudsi menyebutkan Tuhan bersabda, “Aku adalah perbendaharaan tersembunyi (kanz makhfiy), aku cinta agar supaya dikenal,.” Dengan kata lain, “Aku mencipta alam semesta dengan maksud Diri-Ku nyata (zawahir), kadang melalui kelembutan (kemurahan hati) kadang melalui hukuman keras. Tuhan bukanlah seperti raja yang lain karena Dia serba mencukupi Diri (al-ghani). Karena seluruh zarrah dari alam semesta berada di bawah Kuasa-Nya,, mereka tidak akan sanggup membuat Dia dikenal. Oleh sebab itu segenap makhluq di alam semesta menjadikan Tuhan zawahir. Sekali pun beberapa dari mereka tahu dan sadar bahwa apa yang dilakukan itu ialah menjadikan Tuhan zawahir, beberapa yang lain justru merahasikan kezawahiran Tuhan. Namun apa pun jadinya, kerja menjadikan Tuhan zawahir itu mesti dilakukan. Sebagai contoh, seorang pangeran memerintahkan agar sejumlah orang dicambuk dan dihukum, dan orang-orang itu meronta dan menjerit-jerit. Baik yang mencambuk maupun yang dicambuk itu sama-sama menjadikan perintah pangeran itu zawahir atau terjelma.


AGAMA DAN KETAKPEDULIAN

Dunia yang kita diami ini dibangun dari ketakpedulian. Tubuh dan dunia ini diutamakan melalui ketakpedulian. Karena itu tubuh ini tumbuh dan berkembang disebabkan ketakpedulian. Ketakpedulian adalah kekafiran, dan agama tidak akan wujud tanpa kekafiran, karena agama adalah penolakan terhadap kekafiran. Karena itu kekafiran mesti ada agar kita bisa menolaknya. Begitulah baik agama maupun kekafiran sama-sama merupakan persoalan. Yang pertama tidak wujud tanpa yang kedua dan yang kedua tidak akan wujud tanpa yang pertama. Mereka tidak terpisah dari kehidupan manusia di dunia.


MANUSIA SEPERTI BUSUR

Manusia seperti busur di tangan Kuasa Tuhan. Tuhan memperkerjakan manusia dengan beranekaragam tugas. Pada hakekatnya Tuhan adalah pelaku utama, bukan busur. Busur adalah alat dan tujuan. Tetapi karena cintanya kepada dunia, busur tidak sadar dan tidak peduli kepada Tuhan.


MANUSIA DAN TANAH

Pada hakekatnya kau tidak berbeda dari tanah. Orang-orang mengganti tanah dengan cara memindahkan dan menggalinya, kemudian terciptalah sebuah persemaian bibit tanaman. Apabila mereka pergi meninggalkannya maka tanah itu akan mengeras. Karena itu saksikan pencarian dalam dirimu dengan datang dan pergi! Janganlah bertanya, “Apa gunanya pergi?” Gunanya akan tampak dengan sendirinya. Jika seseorang datang ke kedai, ia akan tahu apa gunanya pergi, tidak lain untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Tuhan sebenarnya memenuhi keperluan sehari-harinya. Namun jika seseorang duduk di rumah, berarti keperluannya sudah cukup, dan keperluan sehari-harinya tidak akan mendatangi dia di rumahnya.


ANAK KECIL

Aku heran terhadap anak kecil yang sedang menangis ini, padahal ibunya telah memberinya susu. Apabila kita renungi, “Apa gunanya menangis? Apakah tangis menyebabkan susu datang kepadanya? – Pasti dia tidak akan mendapatkan susu. Namun kita tahu bahwa dia mendapatkan susu karena tangisnya.


AKAL

Akal adalah sarana jiwa yang selalu gelisah siang dan malam dan tidak pernah lelah bertafakkur, selalu berusaha dan berjuang memahami Sang Khaliq walaupun Dia tidak dikenal dan tidak dapat dipahami. Akal bagaikan seekor laron, Kekasih adalah lilin. Sebanyak apa pun laron melemparkan diri ke dalam nyala lilin, seluruh dirinya akan terbakar dan fana. Tetapi laron tetap laron, mereka yang banyak itu selalu sedih, terbakar dan merasa sakit, dan tidak dapat berbuat apa-apa tanpa lilin.
Akal itu baik dan diperlukan. Dialah yang mengantarkanmu sampai di depan pintu Raja. Jika kau telah sampai di depan pintu-Nya, kau tinggalkan dia! Karena itu dia menjadi pencuri dan perampok. Begitu kau sampai kepada-Nya, yakinlah kepada-Nya! Jangan pedulikan ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’.



HIJAB

Semua bentuk keinginan, cinta, kasih sayang dan kesenangan manusia terhadap segala sesuatu, seperti cinta kepada ayah, ibu, sahabat, langit dan bumi, taman, rumah peristirahatan, pekerjaan, ilmu pengetahuan, makanan, dan minuman – semua itu harus disadari sebagai hasrat untuk mendapatkan makanan, dan semua itu merupakan ‘hijab’. Apabila dunia ini telah dia tinggalkan dan telah melihat Raja yang tak berhijab, barulah orang sadar bahwa semua perkara itu adalah ‘hijab’ dan ‘penghalang’ pandangan, dan apa yang mereka kejar itu sebenarnya hanyalah suatu benda. Maka semua persoalan seketika itu juga akan terpecahkan: Semua pertanyaan dan kesukaran hati akan terjawab, dan segalanya akan menjadi jelas. Tuhan tidak akan menjawab setiap pertanyaan satu persatu. Dengan satu jawaban saja semua persoalan akan terpecahkan.

(FIHI MA FIHI)


ILMU DAN KERENDAHAN HATI

Tanggalkan pakaian kesombongan dari badanmu: bilamana kau mencari ilmu, pakailah baju kerendahan hati (tawaddu’)
Kerendahan hati diperoleh jiwa dari jiwa ilmu, bukan dari buku-buku atau pengajian.
Walaupun rahasia kefakiran tersembunyi dalam kalbu para penuntut jalan kerohanian, penuntut tidak memiliki ilmu tentang rahasia itu.
Dia harus menunggu hingga dadanya lapang dan dilimpahi cahaya: Allah berfirman, “Bukankah Kami melah melapangkan hatimu!”
Karena Kami telah meletakkan cahaya dalam hati, Kami melapangkan hatimu.” Ketika kau menjadi sumber air susu, mengapa kau harus memerah susu yang lain?
Sebuah mata air susu memancur tak habis-habisnya dalam dirimu: mengapa susu kaucari dengan timba?
Engkau adalah danau, dalam danaumu ada saluran air ke Laut: malu bila kau mencari air kolam.
Bacalah ayat al-Qur’an sekali lagi, “Bukankah telah Kami lapangkan hatimu
(dengan kemurahan..?” tidakkah kau memiliki kelapangan?
Mengapa kau mondar mandir dari pintu ke pintu seperti pengemis? Renungi kemurahan yang tersembunyi dalam kelapangan hatimu!”


JALAN KEJAHATAN

Barang siapa yang membangun jalan kejahatan, akan datang kepadanya setiap saat peringatan melalui kata-kata.
Orang yang benar akan meninggalkan jejak setelah pergi, namun yang busuk tidak meninggalkan apa pun selain ketidakadilan dan keburukan.
Pada hari kebangkitan padanan rupa dari segenap orang jahat yang muncul akan berubah menjadi wajah yang serupa dengan pemiliknya.
Setiap nadi yang mengalir adalah air yang lezat dan pahit, dalam tubuh mahluk-mahluk melalui alirannya akan terdengar suara nyaring nafiri.
Orang yang benar mewarisi air yang lezat. Apakah air warisan itu? Ayat suci menyatakan, "Kami telah menjadikan (hamba-hamba Kami yang terpilih) menjadi pewaris


AIR DAN KATA-KATA BAIK

Jika air ditaruh dalam tangki, angin akan meniupkannya, karena angin adalah
milik sumber pertama.
Angin bebas, bertiup jauh menuju sumbernya, sedikit demi sedikit, sehingga kau tidak melihatnya ia bertiup.
Dan jiwa kita seperti tiupan yang terbawa ke ufuk jauh, sedikit demi sedikit, terlepas dari penjara dunia.
Kata-kata baik kita demikian juga, ia naik dari diri kita menuju Tuhan Yang Maha Tahu.
Kemudian ia datang menjawab pertanyaan kita dengan jawaban yang banyak sebagai karunia yang dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Besar.
Setelah itu Dia mendorong kita agar memperbaiki kata-kata baik kita seperti yang telah kita ucapkan, agar hamba-Nya bisa mengisi tangki air itu lebih banyak dari sebelumnya.
Maka perbuatan baik kita naik membumbung seperti karunia-Nya yang turun terus menerus, agar kau tidak pernah berhenti memelihara yang naik dan yang turun itu.

(MATSNAWI)

++ Aku cukup kagum dengan karya-karya dan artikel Prof Adul Hadi W.M. Artikel di atas aku kembalikan ke laman ini atas dasar perkongsian ilmu. Terima kasih dan selamat hari lahir buat Prof Abdul Hadi W.M iaitu pada hari ini. Semoga bapak prof terus aktif menyumbang ilmu buat umat manusia seluruhnya.

Wassalam [...]

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top