ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

Sebelas Sembilan [Trauma Menguris Hati Muslim Sedunia]


Pekik lolong dari barat sana
menjalar jauh ke seluruh dunia
Membentak kecil besar negara
dengan kuasa yang mereka ada!
-- Orang kecil tunduk menduka

Kuasa -- kuasa -- kuasa -- kuasa!
'Veto' ada pada genggaman mereka
Segala media kepunyaan mereka
Terbit propaganda angkara mereka!
-- Orang kecil kelu membisu

Lihat -- kapal terbang hilang arah
Menuju kukuh besi waja bangunan
Habis dinding tembok meruntuh
Kepul asap di langit memecah awan
-- Orang kecil mengesat air mata

Mari lihat dari mana datang rosak
Sedang kapal menghentam tengah
Tinggi melangit ceracak waja ditegak
Dentum bunyi menggegar di daerah bawah!
-- Orang kecil tahu tapi diam

Benar kata buku bertemu ruas
Kerap berlari bak sekudung lipas
Apa niat militan dikata ganas
Sedang mereka sendiri penganas
-- Orang kecil melihat buat tak nampak!

Betapa mulianya peri bintang bulan
Didiam segala perit di lubuk hati dalam
Sedang mereka dirundung kehausan
Telaga nan gelap mengeluarkan minyak hitam
-- Orang kecil tahu tapi buat tak tahu

Mari mengenal dalang sebelas sembilan
Tiada perlu dukun menilik penyebab kejadian
Mantik fikiran masih mampu berkira-kiraan
Ini kerja mereka golongan imigran
-- Orang kecil tahu tanah itu bertuan

Apalah hendak dihitung lagi akan jari
Jari sepuluh tersusun takkan bertambah lagi
Terkecuali bagi mereka Tuhan terlebih beri
Ketentuan Tuhan tiadakan dapat kita ingkari
-- Orang kecil tetap keras tak berbunyi

[Mata-mata menatap melalui peranti terjemah
Menelaah fakta goncang; sedang mereka tak bermaruah
Kehendak hati punah rosak berdarah
Agama agung dipersoal terus diterjah
-- Orang kecil diam terus berkepit di bawah ketiak
Penindas bangsa dianggap pemilik tanah
Hajat mengenggam bumi bersama hasil tanah
Meluas kuasa sehingga ke segenap arah
Sejarah terus diubah...
-- Tapi kita tetap diam beralah
Bertarik tali,
sedang saudara seagama
berjuang hilang darah
Nyawa dikumpul menjadi sepuluh
Ada batu dihumban mengarah pada gergasi besi
Sementara gergasi besi menghambur peluru
menghancur luluhkan tubuh si anak kecil
Tanpa rasa sesal menyesal
Langit mulai mendung
Menatap muka bumi yang berbau darah
Penindasan tetap tiada berhenti
-- Takkan ia berhenti sampai bila-bila
Andai sepakat saudara seagama
masih berkecai hancur di atas sidang kuasa!]


Dalang sebelas sembilan
Kita tahu siapa gerangan
Di manakah ada keadilan
Usahlah kita bertepuk tangan
Kepada dalang punca kejadian
Terus terang tiada harapan
Kejayaan mereka di tangan Tuhan
Kejatuhan mereka jua di tangan Tuhan!
--- Pasti akan lebur jua mereka atas izin-Nya
Insya Allah...



Oleh: Ampuan Awang
23/3/2010 - Di bawah pokok di halaman teratak mertua
[Masih dalam edit akibat masalah lembabnya perkhidmatan celcom 3G di daerah ini. Harap maklum]

The Malay Art of Self-Defense: Silat Seni GayongSilat: A perspective on the Malay Martial ArtsPencak Silat Pertempuran: Vol. 1

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top