ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To:
anyone or anywhere  

Oh Jiwa Lara - Pesona Intan Kaca Dunia





Adakah kita ini tiada boleh beribadah sebenar-benarnya
Melainkan diri kita ini dibukakan penghalang pada hati.
Sinaran lampu yang malap seringkali melaluinya tersekat
Dan hampir saja kita menjual diri kepada yang lain selain-Nya.
Mungkin ada yang telahpun menjualnya tanpa ia berfikir panjang.


Setiap hari kita memikirkan akan keberjayaan pendapatan di dunia
Dihitung-hitung jaya bersama berlipat gandanya kertas bernyawa
Lambakan kerja beserta projek-projek mega raksaksa
Membuatkan hajat kita terbantut terus dari mengingati Dia
Penguasa yang memegang ubun-ubun lembut di kepala kita.


Diri kita seolah-olah terlopong melihat longgokan harta
Lalu dengan senang hati tunduk segera mengutipnya
Sehingga kita lupakan pegangan yang digenggam sekian lama
Kita lena bersama tebalnya tilam empuk milik sementara
Ingatlah, Tuan-tuan; matlamat kita tiada menghalalkan cara.


Adakah diri kita ini punya ilmu yang cukup mantap
Setinggi langit mana jaraknya ilmu yang kita ada
Sehingga kita kerapkali terlupa beberapa perkara
Di mana kita akan berfikir beribu kali akannya
Dan ia pasti menambahkan serabut kusut di kepala.


Di saat diriku menggeleng memikirkan isi;
Ungkapan Abu Yazid al-Bistami menghadirkan diri,


"Bukanlah seorang alim yang mengajar dengan kitab
Kemudian ia lupa apa yang dihafaznya itu, ia jahil kembali.
Hanya orang yang alim iaitu mengambil ilmu daripada Tuhan-Nya
pada waktu mana saja ia kehendaki."


Adakah tahap kita seperti ini!


Diriku bergumam lagi; muncul lagi hadith Qudsi,


"Aku adalah gudang yang tersembunyi,
maka Aku ingin diketahui. Maka Aku menciptakan
makhluk agar mereka mengenal-Ku."


Adakah kita sudah berada di peringkat ini!


Ainul Yaqin entah ke mana; Haqqul Yaqin entah ke mana
Emas berdulang-dulang berkoyan penganti diri
Quran dan sunnah Baginda Nabi diletak ketepi
Kita senang hanya sekadar berpuas hati
Sekadar berbangga mewarisi anutan moyang sendiri
Lalu kita dengan mudah melupakan janji
Antara kita dan Tuhan tiadakan pernah berlepas pergi.




{Diam... Diam... Diam
Akal diri menjadi buntu; nafsu beraja terus di dalam hati,
Seolah kita ini kekal hidup seribu tahun lagi!}



Aku ini kasta aliran kelas ke-3: Ampuan Awang

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top