ini bukan facebook

Jiwa Online
Pemilik Blog: Ampuan Awang  Berkhidmat dalam: Kerajaan Malaysia (Tukang Kebun). Mana tinggal? Di Kepala Batu, Antartika Edit Profile
  Post To: anyone or anywhere  

Dunia Ini Perhiasan Sementara (Sungguh Ia Tiada Abadi)

#‎peringatan: untuk bekal sendiri (.)

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

~ Surah al-Hadid, ayat 20

"Ketahuilah bahawa (yang dikatakan) kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah (bawaan hidup yang berupa semata-mata) permainan dan hiburan (yang melalaikan) serta perhiasan (yang mengurang), juga (bawaan hidup yang bertujuan) bermegah-megah di antara kamu (dengan kelebihan, kekuatan, dan bangsa keturunan) serta berlumba-lumba membanyakkan harta benda dan anak pinak; (semuanya itu terhad waktunya) samalah seperti hujan yang (menumbuhkan tanaman yang menghijau subur) menjadikan penanamnya suka dan tertarik hati kepada kesuburannya, kemudian tanaman itu bergerak segar (ke suatu masa yang tertentu), selepas itu engkau melihatnya berupa kuning; akhirnya ia menjadi hancur bersepai; dan (hendaklah diketahui lagi, bahawa) di akhirat ada azab yang berat (di sediakan bagi golongan yang hanya mengutamakan kehidupan dunia itu), dan (ada pula) keampunan besar serta keredaan dari Allah (disediakan bagi orang-orang yang mengutamakan akhirat). Dan (ingatlah, bahawa) kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya."

#teruntuk ingatan diri sendiri (.)

Dihantar melalui peranti BlackBerry 10.




Surat Kepada Pelajar — Abdul Ghafar Ibrahim (AGI)

‎#dramatis: tulis sang guru dalam 'surat kepada pelajar'

Aku tahu ada antara kita yang menangis
jangan menangis kerana duka
atas buruknya wajah kita.
Suram kita bukan kerana duka
kerana geram
mana boleh kalah
kita mesti menang
semangat ini mesti ditanam.

Aku lihat kalian berani bangun
aku belum boleh tersenyum
kau juga jangan
tiada kepuasan sebelum mati.

Di pentas lalu kita kalah selalu
justeru di sini kita berteriak
jangan belenggu aku
aku mahu maju
tak teragak-agak.

Jadikan diri mengerti kelemahan sendiri
ke puncak
ke sana hadirkan diri
diri sendiri digerak
kita mesti bergerak.

Dan bergerak
himpitan-himpitan matikan
rintihan-rintihan kuburkan
lihat ke dalam diri sendiri
di sini berdiri diri
sampai puas berkata:
SELAMAT BANGSA.

~ Abdul Ghafar Ibrahim (AGI), dalam buku bertajuk 'Zaman Yang Mencabar', terima kasih buatmu, guru!

Sent from my BlackBerry 10 smartphone.


Khabar Dari Seberang: Giliran Semarang, Tolak Kedatangan Jokowi?

Giliran Semarang, Tolak Kedatangan Jokowi?

FASTNEWS, Semarang (2/12) - Setelah ditolak di mana-mana,
Kendari, Yogyakarta, Pekanbaru, Malang dan sebagainya, kini giliran‎ Semarang yang menolak kehadiran Presiden Joko Widodo. Ujungnya‎ bisa ditebak, ricuh dan terjadi bentrokan.
Sejumlah mahasiswa memprotes dan menolak kehadiran Jokowi di‎ Semarang, Jawa Tengah, dengan menhadangnya melalui aksi protes,‎ di antaranya mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Walisongo.

Puluhan mahasiswa menutup satu lajur Jalan Pantura Semarang-Kendal dan mengecam kedatangan Presiden Jokowi.
Para mahasiswa tersebut mengawali aksi dengan melakukan
longmars di depan Kampus UIN. Namun, aksi mereka dihadang
polisi lengkap dengan water cannon hingga terjadi bentrok.
Sebanyak enam mahasiswa mengalami luka serius di bagian kepala‎ dan muka usai dipukul jatuh petugas sampai akhirnya harus‎ dilarikan ke poliklinik kampus setempat.

Koordinator aksi, Arif Suyono, mengungkapkan alasan mereka
menolak kedatangan Presiden Jokowi.

"Jokowi dianggap telah menelurkan berbagai kebijakan yang sarat‎ inkonsistensi janji kampanyenya. Mulai kebijakan kenaikan harga‎ BBM yang ditunggangi mafia-mafia migas sampai impor 264 daging‎ sapi dari Australia. Ini membuktikan bahwa di 50 hari kerja presiden,‎ Jokowi hanya menjadi 'satria piningit palsu' yang tidak prorakyat,"‎ tegas Arif di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/12).

#sumber: suara rakyat (indonesia)

Sent from my BlackBerry 10 smartphone.


 
      faceblog © 2013 · re-designed by J. KingRaja           About · Advertising · Create a Page · Developers · Careers · Privacy · Terms · Faceblog Creator · Back to Top